Apa itu Merchant? Pengertian, Cara Kerja, Marchant Discount Rate dan Produk Yang di Jual

Apa itu Merchant? Pengertian, Cara Kerja, Marchant Discount Rate dan Produk Yang di Jual | blog.moegnzone.com
Apa sih yang dimaksud Merchant? Pernahkah dibenak Anda bertanya seperti itu, bagaimana cara kerja merchant, produk apa saja yang dijual, apa itu discount rate pada merchant, hingga bagaimana caranya bisa menemukan merchant.
Kata merchant saat ini banyak digunakan seiring dengan maraknya marketplace dan online store. Merchant merupakan sebutan bagi toko online yang bergabung di sebuah marketplace. Tapi apakah hanya merujuk pada toko onine yang berada di marketplace saja? Yuk! simak selebihnya apa itu merchant?

Pengertian Merchant

Merchant merupakan penjual barang maupun jasa yang memiliki bentuk usaha physical store maupun online store yang bekerjasama dengan sebuah bank untuk mendapatkan layanan e-money dari bank terkait untuk sistem pembayarannya.
Merchant sendiri terbagi menjadi dua, yaitu merchant perorangan (individu) dan merchant berbadan hukum (company).
Merchant perorangan atau individu adalah merchant yang dimiliki oleh perorangan dimana tata cara pendiriannya tidak mengikuti berdasarkan ketentuan pendirian usaha berbadan hukum. Sedangkan, merchant berbadan hukum atau company adalah merchant yang pendiriannya mengikuti prosedur tata cara dan ketentuan pendirian usaha berbadan hukum. Nantinya merchant berbadan hukum yang didaftarkan akan mendapatkan ID penjual produk tersendiri.

Cara Kerja Merchant

Pada umunnya cara kerja dari setiap merchant yaitu melayani para konsumen dengan sebuah aturan sistem menurut bank yang telah menerapkan aturannya kepada penjual produk tersebut. Adapun langkah kerja merchant sebagai berikut :
  1. Langkah pertama yang dilakukan calon merchant adalah mendaftar terlebih dahulu sebagai mitra dengan data-data yang diperlukan secara benar. Data ini secara otomatis akan tersimpan di database perusahaan sebagai ID pengenal bahwa penjual produk tersebut telah resmi melakukan kerjasama dengan terlebih dahulu menyetujui syarat dan ketentuan yang ada di perusahaan.
  2. Langkah kedua setelah proses pendaftaran selesai, maka penjual produk sekarang telah mempunyai virtual office yang berfungsi sebagai mediator dalam penerimaan transaksi Diskon Virtual dan Mata Uang Virtual yang akan ditransfer oleh calon pembeli. Dalam hal ini kecepatan maupun identitas dari pihak si pembeli akan mudah dikenali oleh penjual produk karena dalam proses terjadinya transaksi tersebut antara pihak pembeli dan penjual produk sudah mengetahui berapa nominal diskon virtual maupun mata uang virtual yang akan ditransfer ke virtual office penjual produk tersebut.
  3. Langkah ketiga setelah terjadinya proses transaksi tersebut seperti biasanya penjual produk langsung mengirimkan produk yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak baik dari bentuk produk, jumlah maupun biaya pengirimannya.

Apa itu Merchant Discount Rate ?

Jika di tempat usaha tersedia alat Electronic Data Capture (EDC) untuk menerima pembayaran menggunakan kartu (Kredit ataupun Debit), maka kamu  akan mendengar istilah Merchant Discount Rate Perusahaan (MDR).
EDC (Electronic Data Capture) sendiri merupakan mesin yang dipakai sebagai alat gesek kartu kredit maupun debit. Potongan yang dikenakan ditiap transaksi tentu bervariasi, tergantung kesepakatan antara pihak bank dan pemilik outlet (merchant).
Sedangkan, Merchant Discount Rate (MDR) adalah komisi yang diminta bank untuk setiap transaksi yang menggunakan EDC milik bank tersebut. Umumnya Merchant Discount Rate berkisar antara 1 samapi 3 %. Misal seorang pelanggan membayar pembelanjaan Rp. 100.000,- dengan menggesek kartu kredit miliknya. Saat digesek, nilai yang dimasukkan kasir ke EDC adalah Rp. 100.000. Setelah itu EDC dilakukan settlement untuk memindahkan dana ke rekening giro atau tabungan bisnis yang tercatat di sistem bank untuk EDC tersebut.
Namun dana yang masuk ke rekening adalah hanya RP. 98.000 karena langsung dipotong Rp.2.000 terkait Merchant Discount Rate Perusahaan yang dikenakan adalah sebesar 2%. Tapi saat mencatat penjualan, kita harus hati-hati memahami arti kata discount yang ada dalam MDR. Benar bahwa dalam menu penjualan terdapat kotak discount yang tinggal diisi nilai persen discount-nya.
Namun sesungguhnya discount dalam menu penjualan tersebut dimaksudkan untuk discount yang diberikan kepada pelanggan. Dapat terjadi perselisihan jika nilai MDR ditulis di penjualan. Kembali ke contoh di atas dimana nilai transaksi via EDC adalah Rp. 100.000,- dengan MDR 2%. Jika 2% tersebut ditulis di penjualan, maka invoice yang dikirim ke pelanggan akan memuat discount senilai Rp.2.000 dan total nilai transaksi Rp. 98.000. Pelanggan bisa protes karena nilai yang dibayarnya adalah tetap Rp. 100.000,- padahal di invoice tertulis nilai total setelah discount adalah Rp.98.000. Jadi sebaiknya dihindari menulis nilai MDR di saat mencatat penjualan.

Produk yang Dijual Merchant

Adapun produk yang dijual Merchant yaitu, sebagai berikut :
Produk Informasi
Produk informasi bisa berupa software, e-book, video, mp3. Di internet ada banyak yang menspesialisasikan kegiatan mereka dalam menghasilkan produk informasi. Dan biasanya mereka juga bergabung dengan affiliasi network khusus untuk produk informasi.
Produk Fisik
Produk fisik bisa berupa buku, elektronik, kendaraan, dan lain-lain. Jika berniat untuk menjadi seorang affiliate untuk produk fisik, kamu bisa bergabung ke affiliate network seperti eBay, Amazon.com, Blibli dan lain-lain.
Dari semua jenis produk yang ada, tentu saja ada kelebihan dan kekurangan dalam memasarkannya. Ada produk yang tidak perlu dilihat secara langsung terlebih dahulu oleh konsumen. Biasanya sudah tahu bentuk (format) produk yang akan dibeli. Misal, membeli cd, software, ebook dan sejenisnya. Selain itu, ada juga produk yang mengharuskan kamu untuk menyentuhnya terlebih dahulu sebelum membeli. Ini sebagian dibutuhkan saat kamu menjual produk-produk fisik.
Berikut merupakan ulasan mengenai Apa itu Merchant? Pengertian, Cara Kerja, Marchant Discount Rate dan Produk Yang di Jual. 

Leave a Reply